24 Agustus 2019 | Andri - Redaksi | News

Manfaat Penerapan Smart Parking di Perkotaan

Sekarang ini dengan jumlah penduduk yang terus tumbuh dan semakin banyaknya orang yang tinggal di perkotaan, telah memunculkan berbagai persoalan yang salah satunya harus ditangani pemerintahan kota adalah masalah transportasi. Terutama pada persoalan kemacetan lalu lintas dan perparkiran yang harus dihadapi warga kota setiap harinya.

Terkait perparkiran, sebuah laporan USA Today menyebutkan bahwa rata-rata seorang pengemudi di AS harus menghabiskan waktu 17 jam pertahun untuk bisa mendapatkan tempat parkir. Persoalan ini sebetulnya bukan karena tidak tersedianya lahan parkir tetapi lebih karena pengelolaan parkir yang tidak baik, karenanya diperlukan sistem smart parking yang dapat mengelola perparkiran secara cerdas dan terintegrasi.

Sebuah postingan blog Rentcubo menyebutkan, sulitnya mendapatkan tempat parkir bukan karena kurangnya ketersediaan lahan parkir. "Sebagian besar kota-kota besar Amerika, seperti Philadelphia dan New York memiliki lahan parkir yang berlebih. Masalahnya adalah, mereka digunakan secara tidak efisien. Dan, jika kami bertanya kepada walikota dan dinas tata kota, mereka selalu menyebutkan rencana tata kota yang juga memfokuskan pada pengelolaan lalu lintas dan parkir," kata Rentcobo dalam postingannya.

Penyedia perangkat lunak berbasis cloud untuk parkir ini juga menyebutkan dalam postingannya, bahwa pejabat kota, operator parkir, dan pengemudi dapat mengandalkan smart parkir yang potensi pertumbuhannya akan meningkat tajam. Menurut sebuah laporan baru-baru ini oleh Allied Market Research, pasar smart parking global bernilai US$ 5 miliar pada 2017 dan diproyeksikan mencapai US$ 11,6 miliar pada tahun 2025, dengan mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 11,2% dari 2018 hingga 2025.
 
Smart parking dimungkinkan oleh internet of things (IoT) dengan melibatkan interaksi dua komponen penting, yaitu data dan sensor parkir yang terhubung.
Disebutkan, data memegang peran penting dalam smart parking. "Setelah sistem smart parking diterapkan, ia mulai mengumpulkan sejumlah besar data tentang lalu lintas dan arus masuk parkir. Analis dapat menggali lebih dalam untuk memastikan permintaan setiap jam setiap per harinya. Data tersebut dapat membantu perencana kota meningkatkan infrastruktur kota yang lebih memadai untuk mengatasi lalu lintas dan permintaan parkir," kata Rentcubo.

Selain itu, menurutnya peraturan yang dibuat harus mengatur setiap pemilik tempat parkir untuk mengimplementasikan solusi smart parking dan memastikan bahwa setiap bisnis tempat parkir berbagi data dengan pemerintah kota setempat. "Wawasan yang dikumpulkan dari data ini akan membantu kota-kota untuk lebih baik lagi mengatasi arus lalu lintas dan persoalan parkir."

Sementara itu, peranan sensor parkir pada smart parking adalah untuk mendeteksi kendaraan yang datang mengisi tempat atau lot parkir dan kemudian mengirimkan data tersebut ke backend. Model sensor parkir sendiri terdiri dari model yang ditanam di tanah hingga kamera overhead.

Sensor dalam tanah biasanya beroperasi menggunakan magnet atau radar. Pada magnet, sensor mendeteksi medan magnet di sekitarnya, seperti mobil yang terbuat dari sepotong besi besar akan terdeteksi sensor magnet ini saat berhenti di atasnya . Sedangkan radar, bekerja dengan cara menyebarkan gelombang elektromagnetik dan kemudian memantul kembali ketika ada kendaraan di atas sensor.  

Baik itu sensor yang ditanam di tanah maupun kamera memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut postingan Nwave di blognya mengatakan sensor nirkabel memiliki biaya perawatan yang rendah karena daya tahan baterai yang lama, sehingga tidak memerlukan perawatan secara rutin. Namun karena ini ditanam ke tanah, maka sensor deteksi kendaraan memiliki beberapa keterbatasan di antaranya tidak memberikan data selain satu lahan parkir yang sudah diduduki.

"Berbeda dengan sensor yang ditanam, kamera dapat memonitor beberapa tempat parkir sekaligus, biasanya yang masih dalam satu jalur atau satu area parkir. Keunggulan lainnya, kamera dapat berperan untuk penegakan aturan dan kebijakan parkir melalui kemampuannya dalam mendeteksi plat nomor kendaraan dan menangkap pelanggaran. Namun, biaya untuk membeli dan perawatan kamera secara signifikan lebih tinggi daripada sensor di tanah," tulis postingan dalam blog Nwave.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar