Edukasi Pengamanan Infrastruktur Vital di Indonesia

Chandra Wirapati (kiri) dan Andreas Immanuel Mulianto saat menjadi narasumber dalam seminar AISKINDO

Anggapan langkah pengamanan hanya sebagai pelengkap untuk sebuah bangunan atau infrastruktur sudah sering kita jumpai di Indonesia. Hal tersebut mencerminkan bahwa sikap dan kewaspadaan tentang langkah pengamanan masyarakat kita masih terbilang cukup rendah.

Walau begitu, belumlah terlambat untuk mengubah anggapan tersebut. Untuk itu, Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (AISKINDO) menggelar seminar bertema Keamanan Infrastruktur Indonesia. Seminar ini menjadi salah satu agenda dari pameran Indonesia Infrastructure Week, yang digelar Rabu, 6 November 2019 di Hall D2, JI Expo Kemayoran.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang keamanan, yaitu Chandra Wirapati, CATS, CCPS, dan Andreas Immanuel Mulianto, PMP, PSP. Tak pelak, seminar ini menjadi suatu sarana edukasi bagi para pegiat, pelaku bisnis maupun kalangan pemerintah yang memiliki perhatian khusus tentang sistem keamanan dan hadir pada kesempatan tersebut.

Dalam seminar kali ini, Chandra membawakan tema "Bagaimana Mengamankan Infrastruktur di Tempat Ibadah". Seperti diketahui, belakangan ini tempat-tempat ibadah kerap menjadi sasaran terorisme yang kerap menelan korban jiwa tak bersalah. Chandra pun memberi pengetahuannya tentang beragam aspek dalam mengamankan tempat ibadah yang efektif, berikut dengan langkah-langkah operasionalnya.

Sementara, Andreas membawakan tema "Pembelajaran dari Pengalaman Dalam Proyek Keamanan Infrastruktur Nasional". Program pembangunan dari pemerintah yang terus berkembang membuat objek vital nasional (obvitnas) perlu mendapat pengamanan secara menyeluruh.

"Berdasarkan pengalaman saya dalam menjalankan proyek pengamanan obvitnas, diperlukan strategi khusus yang tidak bisa dijalankan sembarangan. Untuk itulah diperlukan sebuah kemampuan komunikasi dan kompetensi dari seorang manajer proyek untuk meyakinkan sebuah perusahaan agar proyek keamanan yang sudah dirancangnya bisa dioperasikan," ujar Andreas.

Diharapkan, dari seminar ini para peserta mendapat pengetahuan yang berguna. "Pengetahuan ini bisa untuk diterapkan, maupun mendapatkan motivasi untuk belajar lebih dalam tentang sistem keamanan sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar kepada keamanan Indonesia," pungkasnya.

Leave a Comment


Send Comment