Share

Mobile check-in semakin banyak diadopsi oleh pelaku bisnis perhotelan di seluruh dunia dan hal inipun disambut baik tamu hotel. Tamu sangat menyukainya, karena fungsi ponsel yang lebih canggih dinilai lebih memberikan kenyamanan dan pastinya ponsel akan selalu berada di genggaman sehingga memberikan pergerakan yang mulus ketika berada di hotel.

Sebuah studi oleh Oracle Hospitality dan Phocuswright menemukan bahwa para tamu menginginkan kontrol lebih besar atas masa inap mereka, dengan mayoritas tamu tertarik untuk dapat menggunakan smartphone mereka untuk melakukan hal-hal seperti meminta barang di dalam kamar, memesan restoran, mendapatkan informasi tentang kegiatan dan fasilitas yang ada dan lainnya.

Wakil Presiden Manajemen Produk di StayNTouch, Nicole Dehler, menyebutkan bahwa penting bagi pengusaha hotel untuk mulai memikirkan mobilitas, baik itu untuk sistem manajemen properti (PMS), point-of-sales (POS) atau sistem pembayaran. "Tamu ingin dipermudah dan menginginkan semua bisa dilakukan dengan hanya melalui ponsel," ujar Dehler.

Dirinya pun memaparkan bagaimana PMS mobile dapat memberdayakan staf untuk melayani tamu dengan lebih baik dan menyambut mereka dengan lebih alami dan ramah, serta tidak terlalu terlihat dipaksakan dan transaksional. Jadi ketika PMS dijalankan pada tablet, staf hotel tidak perlu lagi harus berada di meja depan tetapi di manapun mereka berada dapat menerima dan melayani keinginan tamu yang menginap.

“Mobilitas memungkinkan staf melihat pembaruan status kamar secara langsung dan berkomunikasi dengan sesama anggota staf langsung dari tablet mereka, dan petugas resepsionis dapat menyediakan layanan VIP dari mana saja di hotel. Dan karena PMS mobile mendapat manfaat dari UI yang intuitif dan mudah digunakan, mereka dapat mendorong percakapan tatap muka yang lebih alami antara tamu dan staf, ” tambahnya.

Robert Stevenson, CEO Intelity mencatat bahwa salah satu fitur utama yang diperlukan untuk manajemen hotel dengan staf sedikit adalah fungsionalitas mobile melalui mobile key dan mobile check-in. "Kedua solusi ini memberikan pengalaman para tamu di sebuah properti untuk dapat dengan cepat proses check-in tanpa harus bertemu resepsionis di meja depan, yang mengurangi beban kerja staf dan memungkinkan mereka untuk fokus pada pengalaman tamu yang lebih baik."
 
Bahkan perusahaan keamanan mulai menciptakan cara untuk mengirimkan kunci mobile kepada para tamu. Steve Hu, Manajer Produk di Merit LILIN menjelaskan bagaimana perusahaannya mengembangkan cloud smart pass QR, yang bertindak sebagai kunci ponsel dan dikirim melalui email ke para tamu dari hotel. Pada saat kedatangan, para tamu dapat menunjukkan kartu QR di smartphone mereka ke door station LILIN yang dilengkapi dengan kamera yang menerjemahkan kode QR dan mengotentikasi untuk pintu masuk.

Sementara itu, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Global di OpenKey, Brian Shedd, menjelaskan bahwa sistem check-in mobile tidak lagi hanya diadopsi oleh hotel-hotel butik modern yang menggunakan cara-cara baru dan inovatif untuk meningkatkan pengalaman para tamu, tetapi sekarang juga diadopsi oleh properti di berbagai segmen pasar, mulai dari hotel mewah hingga hotel bisnis, dan resor berskala besar hingga kasino hotel.

"Properti hotel mewah boleh berbangga diri bisa menyediakan tingkat keramahtamahan dan interaksi manusia yang tinggi, tetapi sebagian besar wisatawan bisnis lebih suka untuk tidak berdiri berlama-lama menunggu antrian di meja penerima tamu meski resepsionis menyenangkan dan akomodatif," papar Sheed.

Dia menjelaskan bahwa maskapai penerbangan telah melatih para wisatawan bisnis untuk dapat menggunakan smartphone untuk menghindari antrian, dan dampaknya segmen ini sekarang mengharapkan manfaat yang sama di hotel-hotel mewah dan kelas atas. "Merek-merek seperti Hilton dan Marriott telah mengenali ini dan meluncurkan kunci digital di semua properti di seluruh dunia terlepas dari segmen apa yang ada di hotel ini," tambahnya.
 
Studi Oracle menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan bisnis percaya bahwa virtual check-in dan check-out, serta masuknya kamar tanpa kunci sangat penting. Ia juga menemukan bahwa 47 persen wisatawan bisnis percaya dapat membuat permintaan layanan kamar melalui smartphone sangat penting, dibandingkan dengan 28 persen wisatawan liburan. Selain itu, 44 persen wisatwan bisnis percaya bahwa aplikasi smartphone yang mengontrol iklim/lampu kamar sangat penting dibandingkan dengan hanya 21 persen wisatawan yang liburan.

#Businness  #Article

Related Articles

CCTV Card image cap
CCTV Card image cap
  denny  13 February 2017
 13 February 2017
CCTV Card image cap
  andri  10 October 2018
 10 October 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.