27 April 2017 | Sawitri Kusuma - Citizen Journalist | PACO

Rapat Penting di DPR-RI Lebih Efektif dengan BOSCH DCN Multimedia

Instalasi perangkat konferensi BOSCH DCN Multimedia di gedung DPR-RI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah salah satu dari dua majelis legislatif nasional yang terpilih di Indonesia. Berfungsi sebagai legislasi, anggaran dan lembaga parlemen pengawasan. Dengan 560 anggota terpilih dari 10 partai politik, DPR-RI adalah salah satu rumah parlemen demokrasi terbesar di Asia. Sejalan dengan tujuannya, DPR-RI secara berkala melakukan pertemuan parlemen di ruang konferensi dengan para anggotanya.

Dalam rangka menjamin lancarnya proses sidang, klien mencari peralatan konferensi profesional terbaik yang mampu menghasilkan suara yang “crisp” dan jernih selama rapat berlangsung. Selain itu, sistem manajemen konferensi ini harus mampu menangani interupsi dan arus komunikasi yang tidak beraturan.

Mendengar kebutuhan ini, BOSCH mengambil langkah untuk memperkenalkan perangkat konferensi multimedia BOSCH DCN Multimedia beserta serangkaian sistem gabungan untuk memenuhi permintaan tersebut. Sistem yang diusulkan meliputi 560 unit DCN Multimedia, 9 unit kamera HD Dome Conference dengan kontrol otomatis, ditambah rangkaian pengeras suara Electro-Voice, amplifier, subwoofer, dan mikrofon nirkabel--semuanya demi memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif untuk setiap rapat parlemen. DPR-RI pun melirik proposal tersebut dan akhirnya sepakat untuk menginstalasi sistem konferensi BOSCH untuk Gedung Nusantara 2.

Dengan pemasangan peralatan audio baru, DPR-RI sekarang dapat menikmati peningkatan dalam efisiensi berkomunikasi pada setiap pertemuan parlemen. DCN dilengkapi dengan fitur antrean yang menciptakan alur pembicara pada proses rapat lebih baik. Pada fitur ini, DCN Multimedia memunculkan nama-nama pembicara di layar, mengindikasikan siapa yang akan berbicara selanjutnya, dan kapan giliran anggota dapat berbicara. DCN Multimedia dari BOSCH telah membantu menciptakan prosesi rapat yang lancar dan lebih efektif untuk DPR-RI.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar